Anubis dalam agama Mesir kuno adalah dewa berkepala serigala yang berhubungan dengan kematian dan akhirat. Dalam mitologi Mesir, Ritual kepada Anubis dipakai untuk mengawasi prosedur mumifikasi. Dia dianggap sebagai dewa yang paling penting di alam kematian ...Dewa Kematian Mesir Kuno
Anubis dihormati sebagai dewa yang melindungi orang yang meninggal dan membawa mereka ke dunia akhirat. Dia digambarkan sebagai setengah serigala, setengah manusia. Beberapa gambaran menunjukkan Anubis sebagai serigala dengan cambuk di tangannya siap menghukum orang yang berdosa atau melanggar hukum Fir'aun. Kebanyakan Mumi yang ditemukan mengenakan topeng serigala adalah sebagai penghormatan terhadap Dewa Anubis.
Anubis sering digambarkan berkulit hitam untuk menggambarkan tanah hitam yang subur di Lembah Nil . Dewa Anubis kuno ini melambangkan gambaran kehidupan setelah kematian dan kelahiran kembali. Dalam setiap upacara pembalseman orang yang meninggal Anubis juga digambarkan menghadiri mumifikasi dan duduk di atas kuburan. Anubis juga diyakini oleh beberapa penganutnya sebagai dewa dunia bawah. Dalam bentuk ini, ia digambarkan bersama istrinya, Anput dan putrinya Kebechet.
Dalam agama mesir kuno Anubis dipuja sebagai:
-Pemilik timbangan keadilan.
-Penguasa Ammit, yang memangsa jiwa-jiwa jahat
-Celestial psychopomp
-Panduan dan pelindung roh
-Dewa kuburan
-Pengawas misteri
Pergesaran agama mesir kuno saat ini dimulai ketika Rasul Allah Musa AS membawa pergi Bani Israil dan memerangi segala kepercayaan penyembahan berhala, Agama mesir kuno agak terdesak ketika agama kristen pun mulai menjadi kepercayaan kebanyakan masyarakat Mesir. Agama Mesir kuno dan kepercayaan terhadap Anubis semakin tergeser ketika Nabi Muhammad SAW mulai melakukan penyebaran agama Islam.
Dalam beberapa pahatan dalam pyramid terdapat pahatan Mata Anubis, yang merupakan simbol dari kekuasaan dan kekuatan baru yang ditemukan. Doa untuk Anubis masih terlihat pada makam kuno di Mesir. Dan masih ada bebeapa penduduk Mesir yang menganut agama mesir kuno dan menyembah Anubis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar